Di album keenam Andien menantang dirinya untuk keluar dari zona nyaman. Dan itu sama sekali bukan perkara ringan.
Album terbaru kamu, Let It Be My Way, katanya jadi album yang lebih semau kamu. Bukannya dari album pertama seorang Andien udah seperti itu ya ?
Andien : Sebenarnya sudut pandangnya lebih seperti ini, di album ini aku banyak banget bereksplorasi pada hal-hal di luar zona nyamanku. Kalo di album-album sebelumnya mungkin orang menilai Andien suka bawain lagu Gospel dengan Chord Bluesy dan Jazzy. Tapi di sini aku nggak begitu. Di sini aku malah membuat lagu Pop, lagu-lagu yang sesantai hidup aku setiap hari.
Termasuk singel baru Let It Be My Way ?
Andien : Ya, termasuk singel ini. Singel baru ini jauh di luar zona nyamanku, karena memang aku belum pernah bawain lagu se-catchy ini. Let It Be My Way adalah lagu ciptaan Mba Melly (Goeslaw, RED) dan ya, lagunya sangat easy listening. Pas syuting klip musik kemarin, sekali putar aja lagu ini udah nempel di kuping. Aku belum pernah nih punya lagu kayak gini. It's as easy as me.
Menantang diri untuk menyanyikan lagu Pop ? Bukannya sebelumnya juga udah lebih nge-pop ya ? Apalagi kalo dibandingin sama album-album awal...
Andien : Iya, bener. Tapi semakin ke sini, album ini yang paling nge-Pop. Hahaha. Intinya dari album pertama ke album keenam, aku ingin menjadi aku. Jadi, orang nggak perlu lihat lagi apakah lagu yang Andien nyanyiin itu Jazz atau Pop. Andien Ya Andien!.
Di album ini banyak kolaborasi ya ?
Andien : Banyak. Selain kolaborasi, sebenarnya di album ini juga banyak lagu recycle-nya. Memang kepingin aja sih. Karena aku merasa banyak lagu lama yang bagus. Dan sebenarnya dari dulu di setiap albumku pasti ada satu-dua lagu recycle. Tapi, khusus album ini paling banyak jumlah album recycle-nya, total ada enam lagu.
Nggak takut dibilang kehabisan materi, me-recycle lagu sebanyak itu ?
Andien : Nggak dong. Justru me-recycle sebuah lagu itu challenge-nya gede banget. Karena untuk membuat lagu-lagu ini sama bagusnya atau bahkan lebih bagus dari lagu aslinya tuh susah banget. Apalagi lagu-lagu tahun '90-an itu udah enak semua, gampang untuk dibikin sing-a-long, dan kebanyakan lagu-lagu itu udah nempel dengan penyanyi aslinya. Jadi, untuk merombak ulang lagu-lagu itu dengan gaya aku sendiri, challenge-nya itu gede banget.
Paling susah membawakan ulang lagu yang mana ?
Andien : Satu Yang Tak Bisa Lepas. Kenapa ? Karena image-nya Reza (Artamevia, RED) sangat kental di lagu itu. Jadi, semua orang yang menyanyikan ulang lagu itu pasti akan melakukan cengkok yang sama dengan Reza. Udah nggak mungkin nggak. Kalo aku, pertama sih, berusaha untuk keluar dari aransemennya aja. Kalo versi Reza itu pakai Gitar, kalo versiku pakai Piano. Tapi masih susah juga karena lagu ini masih bernuansa balada. Aku nggak mungkin juga bikin lagu ini jadi Jazz, Latin, atau malah Samba. Hahaha. Proses ini memakan waktu lama untuk workshop.
Kalo diungkapkan dengan satu kalimat tentang album ini, apa yang mau kamu sampaikan ?
Andien : Percaya apa nggak, album ini adalah album yang memakan energi paling banyak dibandingkan album-albumku sebelumnya. Itu. Hahaha!
Karena challenge membawakan ulang lagu orang tadi ?
Andien : Yap!. Dan juga keluar dari zona nyaman tadi. Kalo biasanya aku terbiasa membawakan lagu yang Gospel, Blues dan Jazz, sekarang tuntutannya harus tadi itu, jadi lebih nge-Pop dan keluar dari versi aslinya. (Info dari Majalah Hai edisi 23 Februari - 1 Maret 2015. Hal 29).
0 Responses to “Andien Ya Andien!”: