Jangan Menyerah oleh Rian d'Masiv : Berawal dari sebuah acara amal di
Rumah Sakit Dharmais yang di adakan oleh
Yayasan Onkologi Anak Indonesia. Saat itu d'Masiv menghibur anak-anak pengidap kanker yang kondisinya bisa dibilang sangat memprihatinkan. Ada juga beberapa anak yang di vonis hidupnya sudah tidak lama lagi.
Jujur, saya sangat jarang mendapatkan kesempatan seperti ini. Ada kejadian yang tidak bisa saya lupa, ketika saya sedang menyanyikan lagu
"Diantara Kalian", dan di lagu itulah saya meneteskan air mata karena tepat di depan saya, ada Restu, anak yang duduk di atas kursi roda, memakai infus dan satu kakinya sudah di amputasi. Dia bernyanyi sangat percaya diri dengan senyum lebarnya. Sepertinya dia lupa kalau dia sedang sakit. Sungguh semangat yang luar biasa. Setelah acara itu selesai, saya pulang ke rumah dan langsung masuk kamar. Di kamar saya merenung sambil membayangkan wajah anak-anak itu. Gitar yang ada di atas tempat tidur refleks langsung saya mainkan dan bernyanyi sambil mengeluarkan kata-kata,
"Tak ada manusia yang terlahir sempurna / Jangan kau sesali segala yang telah terjadi / Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat / Seakan hidup ini tidak ada artinya lagi". Saya semakin semangat untuk menyelesaikan lagu ini. Lirik itu terus berdatangan,
"Syukuri apa yang ada / Hidup adalah anugerah / Tetap jalani hidup ini / Melakukan yang terbaik". Hanya dalam hitungan menit lagu itu jadi, dan saya merasa di tenangkan oleh lagu yang saya buat itu. Orang yang pertama saya beri tahu tentang ini adalah Rama, Gitaris d'Masiv, melalui telepon.
Dengan penuh percaya diri saya langsung memberi demo lagu itu ke Bu Indrawati Widjaja atau Bu Acin di Musica, saat kebetulan d'Masiv juga sedang mengumpulkan materi untuk album kedua. Alhamdulillah Bu Acin sangat senang dengan lagu itu, yang akhirnya di beri judul
"Jangan Menyerah", bahkan di rilis sebagai jembatan untuk album kedua. Lagu ini memang di rilis menjelang bulan Ramadhan. Jadi banyak orang yang bilang d'Masiv saat itu merilis lagu religi, tapi jujur saya sendiri tidak pernah bilang kalau lagu ini adalah lagu religi. Tapi semua saya serahkan lagi kepada orang yang menilai. Karena bagi saya, lagu religi adalah lagu yang sangat sakral dan tanggung jawabnya sangat besar Walaupun memang saya akui lagu ini punya unsur Ketuhanan yang sangat kuat. Apalagi banyak sekali band yang berlomba membuat lagu religi hanya demi kepentingan bisnis dan terkesan ikut-ikutan tanpa memaknai isi lagu religi yang mereka bawakan dan nyanyikan. Saya sendiri merasa belum sanggup membuat lagu religi, saya hanya menulis dan membuat lagu ini,
karena saya merasakan dan saya melihat kejadian yang sampai akhirnya membuat saya sadar bahwa obat paling sakti adalah bersyukur dan bersabar.
Saya memang beragama Islam tapi yang membuat saya merinding ternyata semua agama bisa merasakan kata-kata yang ada di lagu
"Jangan Menyerah". Saya tak pernah menyangka lagu ini jadi lagu lintas-agama juga lintas-usia.
Lagu inilah yang memperluas segmen pendengar d'Masiv, yang awalnya hanya anak kecil atau para remaja jadi bertambah ke segmen orang-orang yang umurnya dewasa bahkan lanjut usia. Dampak positif dan efek lagu ini sangat luar biasa, seperti punya daya magis. Mungkin ini adalah lagu yang banyak pahalanya. Semoga saya juga mendapatkan pahalanya, Amin. Lagu ini juga bisa menertibkan penonton, karena ketika kami konser di daerah-daerah yang rawan kerusuhan, entah kenapa setiap lagu ini di bawakan, suasana menjadi damai dan tertib. Ada yang bilang kalau lagu ini berperan sebagai obat dalam kehidupan.
Banyak sekali fenomena yang saya rasakan dan saya lihat karena lagu ini. Salah satu contohnya ketika banyak tragedi bom di Indonesia, yang sampai akhirnya para korban bom yang selamat membentuk persatuan bernama
ASKOBI. Hal itu membuat saya kaget dan terharu karena mereka bilang lagu
"Jangan Menyerah" sangat memotivasi mereka untuk bangkit lagi. Tak pernah terbayang bahwa saya bisa membuat lagu yang dapat memberi semangat, energi positif, dan selalu mengingatkan saya untuk selalu bersyukur serta memberikan yang terbaik untuk hidup yang kita jalani, dengan segala kekurangan yang kita punya. Saya juga semakin percaya nada-nada yang tercipta adalah anugerah Tuhan. Karena Tuhan punya rencana indah untuk orang-orang yang selalu bersyukur dan bersabar. Jangan pernah menyalahkan keadaan, jangan pernah menyesali kekurangan, tetap lakukan yang terbaik.
Jangan Menyerah. (Info dari Majalah Rolling Stone Indonesia. Edisi 60 : April 2010. Hal 26).
0 Responses to “Jangan Menyerah”: