Showing posts with label Latest Articles. Show all posts
Showing posts with label Latest Articles. Show all posts

Lars Ulrich

The Last Word Lars Ulrich: Pemain drum Metallica tentang mencintai rekan-rekan band, membaca Springsteen, dan berhenti mengeluh.

Apa Hal Terbaik Dari Kesuksesan? Di sisi personal, bisa membalas budi kepada keluarga. Di sisi musik, memiliki kebebasan untuk menjalani arah mana saja yang kami ingin. Misalnya, kami tidak menjalani tur lebih dari dua minggu. Kami pernah melakukan hampir 200 pertunjukkan dalam waktu dua minggu untuk album Death Magnetic (2008). Kami tidak ingin kehilangan waktu bersama anak-anak kami.

Apa Hal Terburuk Dari Kesuksesan? Rasanya tidak ada "Hal Terburuk" (Tertawa). Saya rasa kita harus berhenti mengeluh dan berbahagialah bahwa ada yang mempedulikan kita.

Siapa Saja Pahlawan Anda? Orang-orang yang melawan Status Quo. Dalam urutan acak: Ayah Saya, Steve Jobs, James Hetfield, (Pelukis) Mark Rothko. Orang-orang yang mendorong kita untuk tidak egois, seperti (CEO Salesforce) Marc Benioff. Orang-orang seperti Ritchie Blackmore yang impulsif -- Kita tak pernah tahu apa yang akan keluar dari mulut atau gitarnya. (Co-Manager Metallica) Cliff Burnstein selalu mengajarkan saya untuk berpikir dalam cara yang berbeda dan secara independen, di luar dari yang biasanya.

Mengapa James Masuk Daftar Itu? Ia musisi yang sangat keren. Ia bisa bertahan dengan saya selama 35 tahun, jadi harus ada apresiasi khusus. Kadang saya rasa ia kurang mendapatkan penghargaan yang layak, akan betapa berbakatnya dia.

Anda Sempat Bertengkar di Film Some Kind of Monster. Apa Yang Anda Pelajari Tentang Menyelesaikan Ketidaksepakatan Dalam Band? Bahwa tak ada yang lebih penting dari pada kesehatan band. Dibanding memaksa orang-orang melakukan apa yang tak mereka inginkan, selalu ada kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang keren.

Apa Yang Anda Pelajari Dari Menyaksikan Film Itu? Agak sulit menonton beberapa hal yang terjadi. Tapi saya bangga bahwa kami semua bersikap transparan dan mengizinkan orang untuk masuk. Satu-satunya yang membuat saya takut adalah saya punya kemampuan untuk tidak merasa takut. Kadang saya begitu berkulit tebal, sampai saya keder sendiri. Saya banyak belajar setelah (Tuntutan Hukum) Napster. Saya belajar untuk memakai tempurung kura-kura dan tidak dipengaruhi apa pun.

Anda Tumbuh Besar di Denmark. Apa Yang Sangat Denmark Dari Anda? Dahi saya yang lebar? (Tertawa) Istri saya bilang saya laki-laki yang nyaman. Ada kata dalam bahasa Denmark, Hygge, kurang lebih berarti "Nyaman". Ada perasaan Hygge saat teman-teman datang ke rumah, lilin dinyalakan, kami minum anggur, dan bercengkerama. Yang lainnya adalah saya cenderung merendahkan diri sendiri.

Musik Seperti Apa Yang Paling Menggugah Anda? Yang melekat dari pengalaman-pengalaman hidup. Babylon by Bus oleh Bob Marley mungkin akan selalu menjadi album yang berpengaruh di hidup saya. Beberapa lagunya direkam di Denmark, di Festival Roskilde, dan saya mulai mendengarkannya saat album itu dirilis, 1978. Lalu ada Kind of Blue (Miles Davis). Saat saya dengar Master of Reality (Black Sabbath), dalam beberapa cara masih membuat saya teringat pada usia 13 dan merasakan ganja Afghanistan untuk pertama kalinya bersama teman-teman di kamar saya.

Apa Buku Yang Anda Baca Saat Kanak-Kanak? Saya diperkenalkan pada Majalah Mad pada 1976 saat saya berpergian dengan Ayah saya di Amerika. Saya jadi mengenal banyak budaya Amerika. Saya selalu memahami rasanya menjadi liyan, sendirian, agak sinis akan arus utama -- itu datang dari Mad.

Apa Yang Anda Baca Sekarang? Saya mengunduh buku Springsteen dua minggu lalu. Saya membaca kisahnya di Rolling Stone dan Vanity Fair, dan merasa harus membacanya. Saya suka cara ia menulis; seperti liriknya. Sangat puitis. Saya suka betapa terbukanya ia soal depresi dan masalah-masalahnya.

Apa Pembelian Paling Mewah Anda? Ada masa di hidup saya, bukan baru-baru ini, saat saya menghabiskan banyak uang untuk pakaian. Mungkin tiga ribu dollar untuk sebuah jas, dan dua tahun kemudian saya melihat ke dalam lemari lalu, "Fuck, ini jas yang saya beli. Saya bahkan tak pernah memakainya. Masih ada tanda harganya." Untungnya sekarang itu jarang terjadi lagi.


Nasihat Apa Yang Ingin Anda Berikan Untuk Lars Muda? "Pelan-pelan. Nikmati semuanya. Hargai apa yang terjadi alih-alih selalu terburu-buru." Sebaliknya dari apa yang dikatakan Dave Grohl, "Selesai, selesai, dan pindah ke hal selanjutnya." Ada begitu banyak pengalaman di '80-an dan '90-an yang tidak tuntas saya dalami. Kami ada di Rusia pada 1991, saat sedang berlangsung robohnya Uni Soviet. Andaikan saya membuka mata lebar-lebar saat itu karena saya tidak ingat apa pun yang terjadi di sekitar saya. Saya tidak menyesalinya, tapi kini saya lebih berusaha untuk menikmatinya. (Info dari Majalah Rolling Stone Indonesia edisi 141 Januari 2017 - Hal 95. Wawancara oleh Kory Grow).




Q & A: Halsey

Halsey - Tentang Duet Bersama Justin Bieber, Melawan Pembenci di Internet, dan Menghindari Gitar oleh Brian Hiatt.

Halsey Membaca Semua Komentar. Walau Kurang Bijak untuk Memikul Beban Psikis itu, Sulit untuk Menyalahkannya: Sang penyanyi dan pencipta lagu Alt-Pop asal New Jersey berusia 21 Tahun ini telah membangun massa penggemar di internet berkat karismanya jauh sebelum menandatangani kontrak rekaman. Tapi dalam enam bulan sejak beredarnya Badlands album debutnya yang telah mencapai status emas, serta Single "New Americana" yang banyak dibicarakan dan menimbulkan pro dan kontra, ia menjadi bintang naik daun yang klasik, lengkap dengan konser yang Sold Out di Madison Square Garden. "Saya harus ingat bahwa untuk setiap anak yang mengatakan hal buruk, ada yang mengatakan hal baik," kata Halsey, yang bahkan tak bisa ikut berkabung untuk David Bowie di Twitter tanpa dituduh tidak tulus oleh para penghujat. "Karena ada tur Sold Out yang luar biasa."

Beberapa Artis Memiliki Perasaan Campur Aduk Terhadap Lagu Yang Mempopulerkan Mereka. Apakah Itu Juga Berlaku Bagi Anda dan "New Americana"?

Lagu itu keren. Saya senang menyanyikannya. Tapi jika terserah saya, saya takkan memasukkan ke album. Itu lagu sarkastis yang terus dijejalkan ke semua orang. Menjadi Anthem budaya tanpa disengaja, dan dibesar-besarkan secara tak proporsional. Banyak orang yang bilang bahwa saya mewakili generasi, sedangkan saya berdiri di belakang mereka sambil menggambar garis di leher dan berkata, "Itu bukan maksud saya." Saya rasa begitu banyak orang yang membenci lagu itu ikut berperan besar dalam kesuksesan saya, karena lagu itu jadi dibicarakan.




Kenapa Anda Berduet Dengan Justin Bieber di Album Barunya?

Mereka meminta, dan Musik Pop sungguh menarik buat saya. Saya juga belajar betapa cepatnya orang-orang bisa berpikir saya berpacaran dengan seseorang setelah baru mengenal mereka. Ibu saya mengirim SMS, "Kamu berpacaran dengan Justin Bieber?" Saya jawab, "Ibu, masa berpikir saya takkan memberi tahu?" Tapi saat kami tampil di acara Today, rasanya begitu nyata dan emosional. Dua orang yang menemukan koneksi melalui lagu cinta ini. Ada sebuah momen saat saya merasa kami berdua sama-sama berpikir, "Apakah kita... Apakah ini nyata?"

Anda Penggemar Berat Rock, Kenapa Hampir Tak Ada Suara Gitar di Album?

Saya menciptakan semua lagu di Badlands dengan Gitar, dan pasti akan ada lebih banyak Gitar di Album berikutnya. Gitar bisa terdengar manusiawi, sedih dan marah. Saya ingin mencoba mencapai itu tanpa menggunakan Gitar, karena Badlands adalah Album yang sangat Futuristis. Bagi saya, ada sesuatu yang sangat kuno pada Gitar. Maksud saya lebih "Bernostalgia", karena saat remaja saya banyak mendengar musik dengan Gitar. Musik ada siklusnya, Gitar akan kembali populer, dan akan terasa sangat segar.

Menurut Anda, Apakah Batasan Antara Genre Lebih Lentur Sekarang?

Genre adalah omong kosong di 2016. Separuh lagu di Radio Hip-Hop pada dasarnya adalah lagu Pop, dan separuh lagu di Radio Alternatif adalah Pop. Saya harus membujuk para Direktur Program Alternatif. "Kalian bilang musik saya terlalu suram untuk Pop, terlalu Pop untuk Alternatif. Radio urban tak mau memasangnya. Jadi ini lagu yang tidak cocok dimana-mana. Apa yang lebih Alternatif dari itu?"

Apa Yang Anda Rencanakan Untuk Tur Arena Pertama Sebagai Bintang Utama?

Saya ingin membangun pertunjukkan sebagai pengalaman yang megah dan sinematik tanpa bersembunyi di balik unsur-unsur produksi. Kita masih harus bisa tampil sebagus mungkin.

Kebetulan Anda Adalah Biracial, Biseksual, dan Mengidap Gangguan Bipolar. Tapi Kesal Karena Orang-Orang Mengira Anda Menyebut Diri Sebagai "Tri-Bi", Kan?

Saya benci bahwa hal seperti itu dianggap enteng. Ada banyak biphobia - Orang-orang yang menolak menganggap biseksualitas sebagai seksualitas yang nyata. Saya adalah biracial tapi lebih mirip kulit putih, menawarkan perspektif yang unik. Jadi anak-anak ini berkata, "Dasar Halsey si tri-bi! Dia selalu mengumbarnya di setiap kesempatan!" Saya ingin berbicara dengan mereka bak seorang Ibu, "Enam bulan lalu kalian mengharapkan ada artis yang membicarakan hal-hal ini!" Giliran saya membicarakannya, kalian bilang, "Jangan Dia. Orang lain saja." (Info dari Majalah Rolling Stone Indonesia edisi Maret 2016. Hal 21).



Q & A: Selena Gomez

Obrolan tentang albumnya yang lebih dewasa, dinyanyikan lagu oleh Justin Bieber, bergaul dengan para model Victoria's Secret, dan menjelaskan obligasi oleh Joe Levy.

"Maaf, Saya batuk terus," kata Selena Gomez. Dia sedang pilek, tapi suaranya tidak terdengar jauh berbeda dibanding lagu-lagu Pop istimewa yang telah dipopulerkannya di tangga lagu selama enam bulan terakhir: "Good For You", "Same Old Love", "Hands To Myself". Gomez, 23 tahun, telah bekerja sejak usia pra-remaja di Barney & Friends (2002), dan merekan album pertama di usia 16 tahun saat menjadi bintang Disney. Tapi dia baru menemukan jati diri sesungguhnya di Revival (2015), berawal dengan "Good For You". "Saat mendengar lagu itu, saya ketakutan," katanya. "Saya juga merasa percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri. Saya merasa seksi. Saya sudah tak sabar membuat musik yang seperti itu."

Konser Pertama Anda Adalah Britney Spears. Berapa Umur Anda?

Ketika itu 11-12 tahun. Saya berasal dari Texas, jadi konsernya di Dallas. Kami tidak terlalu berkecukupan, tapi Ibu saya menabung karena itu adalah CD pertama yang saya beli. Saya benar-benar terobsesi dengan Britney. Kami duduk di kursi paling atas. Rasanya... luar biasa.

Revival Terdengar Seperti Sebuah Album, Bukan Sekadar Koleksi Single. Salah Satu Alasan Adalah Karena Anda Pergi Ke Meksiko Untuk Menggarap Beberapa Lagunya.

Itu di pertengahan proses penggarapan album. Perusahaan rekaman berpikir saya berusaha mendapatkan libur gratis. Saya bilang, "Tidak, saya ingin mengumpulkan orang yang sama. Saya ingin kami tinggal bersama, bangun dan sarapan bersama, serta membicarakan hal-hal nyata."

Ke Mana Kalian Pergi?

Puerto Vallarta. Ada Hit-Boy dan beberapa anggota tim produsernya, Rock Mafia, serta (Pencipta Lagu) Justin Tranter dan Julia Michaels. Kami semua tinggal serumah, lima sampai enam hari. Kami pergi, menonton pertunjukkan musik, lalu pulang dan berkreasi di studio. Kami membuat empat lagu di sana. Hanya dua lagu yang masuk ke album, tapi perjalanan itu begitu krusial. Saya mencari tahu apa yang ingin saya ungkapkan.

Belum Lama Ini Ada Video di Instagram Justin Bieber Bernyanyi Untuk Anda Menjelang American Music Awards. Apa Yang Terjadi?

Pertama, saya mau meminta maaf. Sejujurnya, yang saya inginkan dicetak adalah saya sudah tak mau membicarakan itu, dan dia.

Apakah Itu Membuat Tampil di American Music Awards Terasa Lebih Berat?

Sama sekali tidak. Saya tidak mengubah hidup saya berdasarkan apa yang akan dibicarakan orang-orang. Jika saya pergi bersenang-senang, berarti saya menjalani hidup dan tak ada yang akan mendikte apa yang saya rasakan, kecuali jika saya membiarkannya.

Anda Pernah Berkata Bahwa Lagu-Lagu "Same Old Love" Tidak Bercerita Tentang Hubungan Tertentu, Tapi Anda Pasti Sadar Bahwa Orang-Orang Akan Mengasumsikan Hal Itu.

Ya, saya paham. Lagu itu bercerita tentang siklus yang dipahami banyak orang. Membuat kita gila, tapi sungguh indah. Banyak orang melihat sebagian besar pilihan yang saya ambil di hidup saya. Dan saya menyukai setiap pilihan yang saya ambil. Karena kini saya paham bagaimana menerapkannya ke musik saya. Inilah saya. Saya senang karena hidup saya tak pernah sempurna.

Anda Tampil di Pergelaran Busana Victoria's Secret. Bagaimana Suasananya?

Membuat saya ingin berolah raga dan tidak makan apa-apa. Saya merasa sangat pendek, tapi acaranya seru. Tekanannya tidak hanya jatuh ke saya. Senang bisa menari dengan wanita-wanita cantik ini.


Anda Muncul di The Big Short, Film Baru Adam McKay. Saat di Tawarkan Peran Itu, Apa Respon Anda?

Produsernya menelepon saya, dan saya bilang, "Saya tidak paham apa yang saya baca." Tapi itu tak perlu dipikirkan lagi. Saya suka Adam McKay. Saya tinggal belajar begitu banyak dalam waktu begitu cepat. Filmnya bagus, bukan?

Luar Biasa. Anda Tampil Bersama Ekonom Richard Thaler. Apakah Anda Pernah Berpikir, "Ada Christian Bale, Brad Pitt, dan Ryan Gosling di Film Ini. Kenapa Saya Syuting Adegan Bersama Profesor Berusia 70 Tahun?

Sejujurnya, saya lega karena tidak harus akting bersama mereka. Saya pasti akan memerah dan berkeringat sepanjang waktu. (Info dari Majalah Rolling Stone Indonesia edisi Januari 2016. Hal 26).



Taste That's The Spirit!



1. Doomed
2. Happy Song
3. Throne
4. True Friends
5. Follow You
6. What You Need
7. Avalanche
8. Run
9. Drown
10. Blasphemy
11. Oh No


Taste That's The Spirit!: Album kelima band asal Inggris ini berisi 11 track yang diotaki oleh Oliver Sykes dan Jordan Fish. Banyak perubahan yang terjadi. Apa saja perubahan musik BMTH? Ini dia hasil pembedahan album teranyar mereka versi Majalah Hai.

Doomed: Track pembuka di album ini yang bernuansa EDM. Di lagu ini Oli benar-benar bernyanyi. Part Gitar di lagu ini juga hampir nggak terdengar. "Sejujurnya mungkin aja di lagu ini bakal ada part Lead Gitar seperti album sebelumnya. Tapi, Track ini jadi pembeda yang baik untuk album ini," ujar Jordan Fish, sang Keyboardis.

Happy Song: Raungan Gitar Lee kembali di track kedua, tapi tetap nggak sekencang riff-riff Gitar BMTH di album awal. Lagu ini juga menampilkan sikap nyentrik Oli, dia mau berkolaborasi dengan para Cheerleader. Makanya, kalau di dengerin secara detail, samar-samar terdengar suara para Cheerleader di lagu ini.

Throne: Selain menjadi salah satu lagu andalan untuk "Jualan" di album ini, Throne juga sukses menjadi simbol perubahan musik BMTH secara keseluruhan. Aura Linkin Park sangat terasa, dan peran Jordan Fish sebagai pemberi sentuhan elektronik musik terdengar dominan. "Part Drum di Throne adalah yang paling gila di album ini," ujar Matt Kean, sang Bassist.

True Friends: Lagu ini punya potensi untuk jadi lagu andalan, karena lirik yang ditulis oleh Oli gampang buat dinyanyikan, dan jadi salah satu syarat sebuah lagu bisa membuat penonton sing a long. "Memiliki Jordan di band ini seperti membuka variasi suara yang sebelumnya belum pernah kami gunakan bisa masuk dan cocok dengan kami," puji Lee, untuk sang Keyboardis.

Follow You: Sebuah lagu yang memiliki beat elektronik namun tetap terdengar emosional, walaupun menurut Oli ini adalah salah satu paling simple di album ini. "Lagu ini terdengar simple, tapi untuk membuat sebuah lagu simple itu nggak simple!" kata Oli.

What You Need: Lagu paling radio-friendly yang pernah diciptakan BMTH, dan tinggal menunggu waktu menjadi Hit. "Kami nggak mau orang-orang bilang, 'Cara nyanyi yang bagus untuk sebuah band Metal atau Melodi yang bagus untuk sebuah band Metal.' Kami hanya ingin lagu ini disebut, ini lagu bagus," bilang Oli.

Avalanche: Lagu ini pantang untuk di skip. Nuansa sentimentil dan melankolis lagu ini tercipta karena latar belakang yang seru ketika lagu ini dibuat. "Kami menulis lagu ini saat musim dingin di Sheffield, jadi semua elemen kesengsaraan seperti satu paket disini," tutur Jordan.

Run: Lagu slow, karakter vokal Oli bakal semakin kentara seperti Chester Bennington. "Ketika dia mulai menulis sebuah lirik, maka dia juga mulai untuk membuat jiwa di lagu tersebut," kata Jordan.


Drown: Sebuah pembuktian kalau BMTH mampu melangkah lebih tinggi setelah Sempiternal. Materi mereka di album ke-4 itu memang banyak mendapat pujian sekaligus penghargaan. "Ketika kami memiliki Drown, kami telah sukses untuk melanjutkan satu langkah lagi ke depan. Setelah kami merilis album ini, kami juga ingin melangkah lebih lanjut lagi," bilang Jordan.

Blasphemy:  Lagu yang sangat kontras, dan memiliki arti mendalam untuk Oli. "Semua lagu yang ada di album ini pasti memiliki tujuan, bukan semata karena catchy, tapi karena semua lagu itu memiliki makna," jelas Oli.

Oh No: Track penutup di album ini yang menurut Oli nggak akan diduga oleh orang-orang. Lagu dengan nuansa Synth yang dominan ini mempunyai tempo lambat sebelum akhirnya benar-benar menutup album ini. "Orang-orang mungkin berpikir tahu apa yang akan kami lakukan, tapi mereka nggak akan pernah bisa berekspektasi akan lagu seperti ini," kata Oli. (Info dari Majalah Hai. Edisi 21 - 27 September 2015. Hal 48-49).

Dave Grohl

Dave Grohl : Berbicara tentang dominasi Foo Fighters dalam nominasi Grammy, merindukan Kurt Cobain dan dokumenter Rock terbaru yang di buatnya.

Foo Fighters sedang tur ribuan kilometer dari rumah saat mendapat kabar bahwa Wasting Light, album ketujuh mereka yang sangat cadas, mendapat enam nominasi Grammy Awards. "Itu puncak tahun 2011 bagi kami," kata Vokalis Dave Grohl, yang menelepon dari Australia di tengah-tengah tur. "Percayalah, kami terpukau saat mengetahuinya," Begitu kembali ke Amerika Serikat, Grohl akan kembali menggarap dokumenter yang di sutradarainya tentang Sound City, studio legendaris di Los Angeles. "Seru," katanya tentang film tersebut. "Visinya sangat jelas - Anda akan lihat sendiri."

Selamat atas nominasi Grammy-nya! Anda senang?

It's Fucking Crazy. Sebuah album yang kami buat di garasi saya, sepenuhnya analog ke pita, tanpa bantuan komputer sama sekali, mendapat nominasi Album Terbaik? Sangat menginspirasi. Ibaratnya, terdengar seperti manusia itu boleh-boleh saja.

DeadMau5 juga mendapat nominasi karena membuat house remix dari lagu "Rope"-nya Foo Fighters. Anda penggemarnya?

That Guy Fuckin' Rocks! Dulu saya dan putri saya gemar memompa kasur, menyetel stasiun Dance Music di radio satelit dan melompat-lompat seperti orang gila selama berjam-jam. Saya menemukannya dari sana: lagu berjudul "I Remember" - Fucking Beautiful.


Apa bagian-bagian kesukaan Anda dari tur ini?

Membawakan "Bad Reputation" bersama Joan Jett di Madison Square Garden itu luar biasa. Lalu ada Alice Cooper di Milton Keynes Bowl, Inggris - Dia nongol untuk encore dan membawakan "School's Out" dan "I'm Eighteen" bersama kami di hadapan 65.000 orang. Mencuri perhatian. Tapi kehormatan terbesar bagi saya adalah bermain bersama Bob Mould dalam konser penghormatan untuknya di L.A. Saya berhutang sungguh banyak padanya.

Apa ide di balik dokumenter yang sedang Anda buat?

Ketika Sound City tutup tahun lalu, itu hari yang sangat sedih. Tempat itu bagaikan gereja. Daftar orang yang pernah rekaman di sana rasanya seperti Rock and Roll Hall of Fame: Neil Young, Fleetwood Mac, Tom Petty, Cheap Trick, Slayer, Rage Against The Machine, Weezer, Metallica dan Nirvana. Kami merekam Nevermind di sana pada tahun 1991. Ruang Drum terbaik di dunia ada di tempat tua keren itu. Suara Drum di awal "Smells Like Teen Spirit"? Itu dari Sound City. Saya memutuskan untuk membuat film tentang perasaan yang kita dapat saat lima orang berkumpul dalam ruangan, tombol "Rekam" dipencet, dan bulu kuduk dibelakang leher berdiri. Akan ada beberapa Jam Session yang hebat.


Apa makna ulang tahun ke-20 Nevermind pada musim gugur lalu bagi Anda?

Ulang tahun itu adalah perjalanan, tapi bukan dari segi musiknya. Jauh lebih personal. Kehidupan saya terbagi dua oleh satu insiden itu: Pra-Nevermind dan Pasca-Nevermind. Dan itu adalah dua dunia yang sungguh berbeda! Mengenang semua itu membuat saya merasa seperti itu belum lama berlalu. Itu membuat saya merasa bahwa masih ada sangat banyak hal yang harus saya lakukan. Dan itu membuat saya merindukan Kurt.

Apa pendapat Anda tentang tren nostalgia '90-an belakangan ini?

Saya tidak melihat apa-apa yang saya anggap nostalgia '90-an. Gitar berisik dan Drummer yang menghancurkan alatnya - sejak kapan itu hilang? Saya senang karena band seperti Soundgarden masih dahsyat, tapi saya tidak menganggap itu nostalgia. Ini bukan berarti Gitar, Drum dan orang-orang yang membuat album yang jujur mati semua dan dihidupkan kembali dalam laboratorium ala Jurassic Park. Semua itu masih ada. Hanya sedang tenggelam di bawah tumpukkan sampah.

Tapi ini masa yang sulit bagi Stasiun Radio Rock, bukan?

Tampak jelas bahwa Radio Rock telah menderita akibat sindrom Playlist yang mudah ditebak selama 10 tahun terakhir. Perasaan yang kita dapat saat pertama kali mendengar "Bohemian Rhapsody", "Roxanne", atau "Smells Like Teen Spirit" - itulah gunanya Radio. Seharusnya Radio bukan seperti susu hangat. Seharusnya seperti Moonshine. Tapi untuk terakhir kalinya: Rock & Roll tidak perlu diselamatkan. Masih sehat walafiat, Terima Kasih. (Info dari Majalah Rolling Stone Indonesia. Edisi 82, Februari 2012. Hal 20).

Foster The People

Mewujudkan Mimpi Foster The People : Sukses memuaskan penonton di Jakarta walau baru punya satu album. Betapa beruntungnya Foster The People. Berkat kesuksesan album perdana Torches yang berisi lagu hit "Pumped Up Kicks", pada pertengahan Februari grup asal Los Angeles, Amerika Serikat, itu mendapat kesempatan tampil di Grammy Awards bersama The Beach Boys, grup legendaris yang reuni dan salah satu idola Vokalis Mark Foster. Sebelumnya, mereka tur keliling dunia, termasuk Jakarta, Indonesia, dan tampil di hadapan ribuan penggemar dalam konser yang diselenggarakan 3 Ocean Live di Tennis Indoor. Menjelang penampilannya di Jakarta, Rolling Stone berbincang dengan Foster.

Bagaimana rasanya saat Weezer membawakan lagu Anda?

Sangat keren, karena saya bertemu dengan Rivers Cuomo di tahun 2002, 2003, tak lama setelah pindah ke L.A. Ada sebuah pesta yang sangat intim, hanya ada sekitar 10 orang yang nongkrong di rumah teman. Saya mengeluarkan gitar dan mulai memainkan beberapa lagu untuknya, lalu dia mengajarkan saya cara memainkan "Say It Ain't So".

Anda yang meminta lagu itu?

Ya, karena itu salah satu lagu favorit saya sepanjang masa, tapi saya tak pernah bisa memainkannya seperti dia. Jadi dia mengajarkan caranya, lalu pada suatu pagi saya bangun tidur dan mendapat e-mail dengan Video YouTube berisi Weezer membawakan "Pumped Up Kicks" semalam sebelumnya. Gila, bagaimana semuanya bisa bersambung seperti itu.


Dari mana ide untuk menggabungkan lirik "Pumped Up Kicks" yang begitu gelap dengan musik yang begitu riang?

Entahlah. Lagu-lagu tertentu tertulis begitu saja. Saat mulai menulis lagu itu, niatnya akan menjadi lagu penyemangat yang memberi kepercayaan diri dan keberanian. "Gun" adalah sebuah metafora. Tapi saat menulis baitnya, saya melakukannya dengan spontan dan sebuah cerita mengalir begitu saja. Itu membuatnya lebih spesifik, lebih kasar. Beberapa lagu tertulis begitu saja. Bait pertama di lagu itu adalah Freestyle. Saya tidak menulis apa-apa di kertas, saya langsung bernyanyi dan keluar begitu saja, dan saya biarkan saja. Bait pertamanya dari sudut pandang orang ketiga, bait ketiga dari orang pertama.

Bagaimana dampak pekerjaan sebagai komponis musik iklan terhadap lagu-lagu Anda?

Itu mempertajam alat-alat yang saya punya di studio, karena saya melakukannya setiap hari, selama berjam-jam tiap hari. Saya punya studio dengan berbagai alat yang belum saya ketahui, lalu saya pelajari. Lebih banyak peralatan dibanding yang biasa saya pakai. Saya harus bekerja dengan berbagai aliran musik dan mencari tahu hal-hal yang belum terbiasa, seperti Calypso, Brazilian Jazz, dan hal-hal lain yang harus saya kerjakan.

Belum lama ini The Black Keys menyatakan enggan mengizinkan lagu-lagu barunya di pakai untuk iklan, karena mereka sudah melakukannya di album sebelumnya ketika belum terkenal. Apa pendapat Anda soal itu?

Menurut saya itu cerdas. Persepsi adalah segalanya. Sekarang ada begitu banyak band dengan persepsi bahwa mereka sangat cerdas dan artistik tapi mereka buruk, lalu ada band yang sangat bagus dan berbakat, tapi persepsinya adalah mereka kurang keren, sehingga karier mereka memudar. Ada batas tipis antara membiarkan musik di pakai merk yang kurang cocok dan membuatnya terlalu di ekspos. Adele tidak memberi lisensi untuk lagu-lagunya, dan itu membuatnya tetap murni karena orang-orang tidak mengkaitkannya dengan Wal-Mart, Target atau Burger King. Itu hanya dia. Tapi dia bisa melakukan itu, karena dia sudah terkenal. Dalam kasus kami, saya setuju dengan The Black Keys untuk album ini. Menyebarluaskan musik kami, dan memperkenalkan orang-orang dengan lagu-lagu selain "Pumped Up Kicks" sangat penting bagi kami. Jadi bukan satu lagu saja yang di simak orang. "Wah, mereka punya lagu lain yang juga bagus".

Apakah Anda khawatir album berikutnya akan gagal?

Tidak, sejujurnya. Beberapa bulan lalu saya takut dan gugup, dan sekarang saya bersemangat menghadapinya karena saya tahu bahwa: Kami tidak akan merilis apa-apa kalau kami tidak menyukainya, hanya karena merasa harus merilis sesuatu. Lebih baik menghabiskan waktu lama dan merilis sesuatu yang hebat dari pada terburu-buru dan mengeluarkan album karena merasa harus. Kini kami juga punya lebih banyak sumber daya untuk mengerjakan album kedua di banding pada album pertama. Jadi akan lebih berevolusi dan lebih dewasa, dan akan mengembangkan selera musik orang dan persepsi mereka terhadap kami sebagai band.


Kapan Anda merasa telah mencapai keberhasilan?

Saya masih belum merasa begitu.

Bahkan setelah Weezer dan The Kooks membawakan lagu Anda?

Entahlah, mungkin ada sesuatu yang tak beres dengan diri saya, tapi saya masih belum merasa begitu. Saya merasa masih banyak yang harus kami buktikan, masih ada banyak yang mau saya ungkapkan lewat musik. Jika album kedua dan ketiga kami sangat sukses, mungkin saya akan bisa santai dan berkata, "Baiklah". (Info dari Majalah Rolling Stone Indonesia. Edisi 83 : Maret 2012, Hal 19). Foto : www.facebook.com/fosterthepeople



Jangan Menyerah

Jangan Menyerah oleh Rian d'Masiv : Berawal dari sebuah acara amal di Rumah Sakit Dharmais yang di adakan oleh Yayasan Onkologi Anak Indonesia. Saat itu d'Masiv menghibur anak-anak pengidap kanker yang kondisinya bisa dibilang sangat memprihatinkan. Ada juga beberapa anak yang di vonis hidupnya sudah tidak lama lagi.

Jujur, saya sangat jarang mendapatkan kesempatan seperti ini. Ada kejadian yang tidak bisa saya lupa, ketika saya sedang menyanyikan lagu "Diantara Kalian", dan di lagu itulah saya meneteskan air mata karena tepat di depan saya, ada Restu, anak yang duduk di atas kursi roda, memakai infus dan satu kakinya sudah di amputasi. Dia bernyanyi sangat percaya diri dengan senyum lebarnya. Sepertinya dia lupa kalau dia sedang sakit. Sungguh semangat yang luar biasa. Setelah acara itu selesai, saya pulang ke rumah dan langsung masuk kamar. Di kamar saya merenung sambil membayangkan wajah anak-anak itu. Gitar yang ada di atas tempat tidur refleks langsung saya mainkan dan bernyanyi sambil mengeluarkan kata-kata, "Tak ada manusia yang terlahir sempurna / Jangan kau sesali segala yang telah terjadi / Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat / Seakan hidup ini tidak ada artinya lagi". Saya semakin semangat untuk menyelesaikan lagu ini. Lirik itu terus berdatangan, "Syukuri apa yang ada / Hidup adalah anugerah / Tetap jalani hidup ini / Melakukan yang terbaik". Hanya dalam hitungan menit lagu itu jadi, dan saya merasa di tenangkan oleh lagu yang saya buat itu. Orang yang pertama saya beri tahu tentang ini adalah Rama, Gitaris d'Masiv, melalui telepon.

Dengan penuh percaya diri saya langsung memberi demo lagu itu ke Bu Indrawati Widjaja atau Bu Acin di Musica, saat kebetulan d'Masiv juga sedang mengumpulkan materi untuk album kedua. Alhamdulillah Bu Acin sangat senang dengan lagu itu, yang akhirnya di beri judul "Jangan Menyerah", bahkan di rilis sebagai jembatan untuk album kedua. Lagu ini memang di rilis menjelang bulan Ramadhan. Jadi banyak orang yang bilang d'Masiv saat itu merilis lagu religi, tapi jujur saya sendiri tidak pernah bilang kalau lagu ini adalah lagu religi. Tapi semua saya serahkan lagi kepada orang yang menilai. Karena bagi saya, lagu religi adalah lagu yang sangat sakral dan tanggung jawabnya sangat besar Walaupun memang saya akui lagu ini punya unsur Ketuhanan yang sangat kuat. Apalagi banyak sekali band yang berlomba membuat lagu religi hanya demi kepentingan bisnis dan terkesan ikut-ikutan tanpa memaknai isi lagu religi yang mereka bawakan dan nyanyikan. Saya sendiri merasa belum sanggup membuat lagu religi, saya hanya menulis dan membuat lagu ini, karena saya merasakan dan saya melihat kejadian yang sampai akhirnya membuat saya sadar bahwa obat paling sakti adalah bersyukur dan bersabar.



Saya memang beragama Islam tapi yang membuat saya merinding ternyata semua agama bisa merasakan kata-kata yang ada di lagu "Jangan Menyerah". Saya tak pernah menyangka lagu ini jadi lagu lintas-agama juga lintas-usia. Lagu inilah yang memperluas segmen pendengar d'Masiv, yang awalnya hanya anak kecil atau para remaja jadi bertambah ke segmen orang-orang yang umurnya dewasa bahkan lanjut usia. Dampak positif dan efek lagu ini sangat luar biasa, seperti punya daya magis. Mungkin ini adalah lagu yang banyak pahalanya. Semoga saya juga mendapatkan pahalanya, Amin. Lagu ini juga bisa menertibkan penonton, karena ketika kami konser di daerah-daerah yang rawan kerusuhan, entah kenapa setiap lagu ini di bawakan, suasana menjadi damai dan tertib. Ada yang bilang kalau lagu ini berperan sebagai obat dalam kehidupan.

Banyak sekali fenomena yang saya rasakan dan saya lihat karena lagu ini. Salah satu contohnya ketika banyak tragedi bom di Indonesia, yang sampai akhirnya para korban bom yang selamat membentuk persatuan bernama ASKOBI. Hal itu membuat saya kaget dan terharu karena mereka bilang lagu "Jangan Menyerah" sangat memotivasi mereka untuk bangkit lagi. Tak pernah terbayang bahwa saya bisa membuat lagu yang dapat memberi semangat, energi positif, dan selalu mengingatkan saya untuk selalu bersyukur serta memberikan yang terbaik untuk hidup yang kita jalani, dengan segala kekurangan yang kita punya. Saya juga semakin percaya nada-nada yang tercipta adalah anugerah Tuhan. Karena Tuhan punya rencana indah untuk orang-orang yang selalu bersyukur dan bersabar. Jangan pernah menyalahkan keadaan, jangan pernah menyesali kekurangan, tetap lakukan yang terbaik. Jangan Menyerah. (Info dari Majalah Rolling Stone Indonesia. Edisi 60 : April 2010. Hal 26).